Faya’s Mind

Caer5eu2

Untuk yang telah kusakiti.

Seribu maaf takkan dapat mengganti besarnya penyesalanku atas apa yang telah kuperbuat padamu. Seribu tahun takkan dapat membuatku melupakan kesalahanku padamu. Dan seribu air mata takkan dapat menghilangkan rasa bersalahku padamu.

Adalah hatiku yang telah memilih. Hal yang paling berat yang pernah kulakukan seumur hidupku, membuangmu dan memilihnya, untuk sisa hidupku, yang seharusnya kuhabiskan denganmu.

Betapa kuingin katakan padamu, jangan pergi, dari sisiku, dari hatiku, dari hidupku… tetapi takdir tidak menggariskan hal itu, dan kau terlepas dari genggamanku, mengikatku padanya.

Maaf-kah yang harus kukatakan padamu?

Atau cukup setetes air mata?

Kaulah orang yang paling mengerti tentang aku. Tapi aku yakin kau takkan pernah mengerti mengapa aku memilih untuk meninggalkanmu. Karena aku sendiri pun tidak mengerti, mengapa aku membiarkan keterpaksaan mengambil alih jalanku.

Tera, ampuni aku.

Setiap detik jantungku berdenyut mengingatmu. Kau, cinta pertamaku, cinta sejatiku. Tak pernah aku mengenal cinta, sebelum aku bertemu denganmu. Dan takkan pernah aku merasakannya lagi walaupun waktu  kelak membawaku pada orang lain.

Dan setiap noktah di tubuhku, benakku, mimpiku,

sungguh menginginkanmu… untuk membebaskanku darinya.

Leave a Reply