Zauri; The Legend of Amigdalus
At the first time Zauri came to me on it’s real existance, i felt filled.
The feeling of one piece of puzzle of my life had been revealed, blown before my very eyes, and told me silently that a dream had come true.
Feel-nya beda dengan sewaktu ngeliat Run! pertama kali. Kalo Run! rasanya seneeeeeeng banget. Nyaris gw jingkrak2 di Gramed saking senengnya. Kalo Zauri lebih dalem.
Mungkin karena waktu bikinnya ‘tenggelam’ banget.
Mungkin karena isinya about a world of my own, and I was the creator.
Mungkin karena Zauri melibatkan lebih banyak emosi.
I love both. Dua-duanya beda dan unik bwt gw. But at this moment, I wanna talk about Zauri.
Alhamdulillah, Zauri dapet posisi kedua di Penghargaan Adikarya IKAPI tadi malam (14/12/2007). Kayaknya sih baru sekarang genre Fiksi Fantasi dapet. Mudah-mudahan bisa jadi awal untuk berkembangnya genre ini di Indonesia
Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah. (Can’t stop saying it, can I? ;p)
Dan dia masih berjuang untuk Khatulistiwa Literary Award. Masih butuh doa. So guys, would u spare a little prayer for Zauri?
Thank you. So much
